Posts Tagged ‘sholat’

KEAJAIBAN SHOLAT SHUBUH (BOOK)

Posted: Juni 25, 2010 in Buku
Tag:

Judul Buku: Keajaiban Sholat Subuh
Pengarang: Imad Ali Abdus Sami’ Husain
(doktor bidang dakwah dan tsaqofah islamiyah universitas al-azhar kairo)
Penerbit: Wacana Ilmiah Press
Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isyak dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.
(HR. Ahmad)

Inilah pembukaan buku yang tak terlalu tebal (167 halaman) dan dicap sebagai Best Seller ini. Sungguh sangat menohok dan sangat mengena. Bagaimana tidak mengena? Lihatlah keadaan masjid kita saat sholat Jum’at dan lihatlah lagi ketika fajar menjelang. Masjid yang penuh sesak saat sholat Jum’at tiba-tiba menjadi sepi di kala sholat Subuh. Satu shof pun mungkin tak penuh.

Berawal dari keprihatinan penulis mengenai fenomena ini, topik dalam buku ini diangkat. Bagian pertama buku ini membahas mengenai waktu dan keutamaan sholat Subuh secara mendetail. Ringkasan keutamaan sholat Subuh yang disebutkan dalam buku ini antara lain:

  1. Sholat Subuh adalah faktor dilapangkannya rezeki
    Dalam QS. AT-Thalaq : 2-3 ” barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberikannya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”
  2. Sholat Subuh menjaga diri seorang muslim
    Imam Muslim meriwayatkan dalam shohihnya, dengan sanadnya sendiri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ” Barangsiapa melaksanakan Shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminanNya kepada kalian dengan sebab apapun. Karena barang siapa yang Allah cabut jaminanNya darinya dengan sebab apapun pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahanam ”
  3. Sholat Subuh sama dengan sholat malam semalam suntuk
    Rasulullah SAW bersabda bahwa ” Barang siapa yang melaksanakan Shalat Isya secara berjamaah maka ia seperti Shalat malam separuh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan Shalat Shubuh secara berjamaah maka ia seperti Shalat malam satu malam penuh.”
  4. Sholat Subuh adalah tolok ukur keimanan
    Nabi bersabda, ” Batas antara kita dengan orang munafik adalah menghadiri Shalat Isya dan Shubuh sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua Shalattersebut.”
  5. Sholat Subuh adalah penyelamat dari neraka
    Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, demikian juga Imam Ahmad dalam Musnadnya, bahwasanya rasulullah SAW bersabda : ” Tidak akan masuk neraka orang yang melaksanakan Shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamya.”
  6. Sholat Subuh adalah salah satu penyebab seseorang masuk surga
    Bukhori mengeluarkan dalam Shohihnya dengan sanadnya bahwa Rasulullah SAW bersabda ” Siapa yang melaksanakan Shalat dua Shalat bardain, ia masuk surga.”
  7. Sholat Subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia
    Raulullah SAW bersabda ” Sesunguhnya kalian nanti akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini atau kalian tidak akan kesusahan untuk melihatNya. jika kalian sanggup untuk tidak meninggalkan Shalatsebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya maka lakukanlah. ” kemudian beliau membaca ayat ini Dan bertasbihlah dengan memuji Rabb Mu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya. ( QS. Thaha : 30 )
  8. Sholat Subuh adalah suatu syahadah (kesaksian, bukti), khususnya bagi yang konsisten memeliharanya
    Rasulullah SAW bersabda ” Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat- malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu Shalat Shubuh dan Ashar. setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit lalu Allah bertanya kepada mereka-dan dia lebih tau tentang mereka-Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku? mereka menjawab ”kami meningalkan mereka dalam keadaan Shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat.”
  9. Sholat Subuh adalah kunci kemenangan
    Bukhori meriwayatkan dengan sanadnya bahwa apabila Rasulullah SAW hendak menyerbu suatu kaum beliau menundanya hingga tiba waktu subuh, Jika belia tidak memerangi di pagi hari beliau tunggu hingga matahari tergelincir dari tengah-tengah.
  10. Sholat Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya
    Imam Muslim Ahmad dan yang lain meriwayatkan bahwasanya rasulullah SAW bersabda ” Dua rokaat Shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

Setelah dibahas keutamaannya, bagian kedua buku ini membahas tips dan trik bagaimana agar sholat Subuh bisa dilaksanakan dengan sempurna. Misalnya tidur lebih awal, memasang jam weker di tempat yang sulit dijangkau, dan masih ada 12 tips lagi yang bisa dicoba. Dan bagian terakhir buku ini membahas fiqih sholat subuh, lengkap dengan bid’ah yang sering terjadi, dan dzikir yang menyertai. Sebagai penutup, bab terakhir membahas bagaimana wanita salaf dengan tekun melaksanakan sholat subuh, dan diakhiri dengan pertanyaan yang lagi-lagi menohok, “Dimanakah kaum lelaki kita?”

Kiat Praktis menjaga Shalat Shubuh :

1. Tidur lebih awal
2. Niat yang tulus dan tekad yang kuat ketika akan tidur
3. Bersungguh-sungguh dalam bersuci dan Berzikir sebelum tidur
4. Berzikir kepada Allah, seketika itu juga setelah terbangun dari tidur.
5. Meminta bantuan keluarga dan orng-orang shalih agar membantunya untuk Bangun dan shalat.
6. Menggunakan alat bantu seperti alarm dan jam beker.
7. Tidak terlalu banyak makan sebelum tidur.
8. Tidur Qoilullah di siang hari.
9. Jangan tidur sendirian.
10. Memercikan air di wajah orang yang tidur.
11. Menyalakan penerang dan lampu-lampu listrik.
12. Tekad kuat untuk bangun.
13. Jangan sampai salah mempraktekan sunnah berbaring
14. Membantu diri dengan berbuat taat kepada Allah SWT di siang hari.

Buku ini cukup ringan untuk ukuran buku yang membahas Fiqih sehingga enak dibaca sambil makan. Tak perlu menyediakan waktu khusus dan energi khusus untuk membaca buku ini karena dikemas dengan bahasa yang komunikatif. Mungkin jika dikategorikan berdasarkan kategorisasi novel, buku ini adalah chick lite namun tetap tidak meninggalkan keseriusannya. Wajib dibaca untuk kita semua, apalagi untukku yang sering susah bangun pagi, hehehehe….

sumber : kaskus.us

Iklan

Makna dibalik Sholat Subuh

Posted: Juni 17, 2010 in Agama
Tag:
“Siapa yang ingin berjihad di jalan Allah, saya tunggu di bukit ini ba’da Subuh”.
Kalimat di atas sangat melekat dibenak saya, meski sudah lama saya mendengarnya di sebuah film kepahlawanan berjudul Cut Nyak Dien.
Kisah kepahlawanan para pejuang Aceh yang gagah perkasa melawan penjajah Belanda ketika itu. Kalimat penuh semangat dan mengandung ruh jihad itu diucapkan oleh seorang panglima perang Aceh, Teuku Umar dihadapan para pejuangnya.
Saya sempat bertanya, “Kenapa ba’da Subuh ?”

Kala itu, jawaban yang saya dapat sangat polos, lumayan masuk akal, namun cukup menggelikan kalau dipikir-pikir. “Orang-orang Belanda itu kan nggak sholat Subuh, jadi kalau pasukan Aceh menyerbu ba’da Subuh, pasukan Belanda masih tidur dan tidak siap menghadapi serangan”.
Seiring dengan waktu, saya mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan lebih tepat untuk pertanyaan “Kenapa ba’da Subuh ?”

Diantara lima waktu sholat wajib, Subuh dianggap paling berat meskipun jumlah rekaat nya paling sedikit. Bangun Subuh, mendirikan sholat dan berjemaah di mesjid adalah perjuangan berat bagi sebagian orang.

Bangunnya saja perlu perjuangan, beberapa mata tak sanggup terbuka, sebagian bangun dengan bermalas-malasan, ada yang terbangun kemudian terlelap lagi, ada yang bergerak hanya untuk mengambil selimut dan melanjutkan mimpi, dan ada pula yang tak bergerak sama sekali dan terus mendengkur.

Ada orang-orang yang perlu bantuan orang lain untuk bangun Subuh.
Kalaupun sudah bangun, ada yang menunda-nunda sholatnya. Ada pula mendirikan sholatnya dalam keadaan malas, itu terlihat dari gerakan sholatnya yang terburu-buru atau dari sikap berdirinya yang tidak tegap. Dan ada loh yang sholat sambil matanya terpejam atau sholatnya sambil berkali-kali menguap.

Sampai disini sebenarnya sudah lumayan bagus, yang penting masih mau sholat Subuh. tetapi bagi orang-orang yang lebih beriman, ketika Adzan berkumandang ia akan semangat bergegas membasuh muka dan berwudhu. Bahkan sebagian lainya menyesal jika hanya terbangun pada saat Adzan, sebab ia biasanya bangun disepertiga malam (sholat tahajud) dan tak tidur lagi sampai waktu Subuh. Orang-orang ini rela mengorbankan kenikmatan tidurnya serta meminimalkan istirahatnya.

Kesungguhannya semakin teruji ketika ia memilih untuk “membelah” fajar, menerobos udara dingin menuju mesjid untuk sholat berjemaah.
Orang-orang yang bersungguh-sungguh diwaktu Subuh inilah yang dipilih, seperti Muhammad yang terpilih untuk mengangkat Hajar Aswad karena tiba di Ka’bah lebih dahulu.

Maka wajar jika Teuku Umar meminta para pejuangnya berkumpul persis ba’da Subuh, karena ia hanya ingin berjuang bersama orang-orang yang memiliki semangat pengorbanan, yang jiwanya dipenuhi kesungguhan rata-rata kebanyakan orang lainnya.

Mereka yang tak bangun Subuh, bukan saja tertinggal tak ikut berjuang, melainkan memang tak dibutuhkan sama sekali dalam perjuangan karena dianggap tak bersungguh-sungguh.
Semangat dan kesungguhan yang diperoleh dari kebiasaan sholat Subuh, bisa kita terapkan dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan. Seberat apapun masalah, pasti ada jalan keluarnya.

Masalahnya adalah apakah kita memiliki semangat dan kesungguhan di atas rata-rata untuk mencari jalan keluar nya ? Jika belum, mungkin ada baiknya kita mulai dengan sama-sama memperbaiki Subuh kita. Mau ?

Sumber : dalimunthe.com

Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : “Siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim)
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :

1. Orang lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Orang lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Orang lelaki yang melarikan diri.

5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).

6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.

7. Orang perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba’.

10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.”

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.”
Hassan r.a berkata : “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.