Posts Tagged ‘jakarta’

Waktu terus berlalu, tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan

masih teringat jelas senyum terakhir yang kau beri untukku…

Ini sebuah kisah tentang kehidupan seorang temanku, sebut saja namanya Elang . Elang ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di kota Surabaya. Dia menyukai seorang gadis, sebut saja Melati. Melati juga seorang karyawan biasa sama seperti Elang, tapi di perusahaan yang berbeda.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kapan dan dimana datangnya cinta tiada orang yang tahu. Begitu juga dengan Elang dan Melati, suatu takdir mempertemukan mereka. Hingga akhirnya Elang jatuh cinta pada Melati. Tidak halnya dengan Melati. Dia belum bisa menerima cinta Elang.

“Maaf, aku belum bisa menerima cintamu. Dalam hatiku belum bisa melupakan bayang-bayang mantanku.” (kayak sinetron aja nih…)

It’s okay. Tapi Ngga’ apa-apa kan kalau aku jadi sahabatmu?”

Melati mengangguk.

Akan tetapi, Elang tidak putus asa dan terus berusaha mendapatkan cinta Melati. Perjuangan Elang tidak sia-sia, meski Melati belum bisa menerima cintanya, Melati tidak berhubungan dengan pria lain meski banyak pria yang berusaha mendekatinya (istilahnya Elang adalah TTM-nya).

Namun takdir berkata lain. Suatu ketika, perusahaan tempat kerja Melati melakukan pengurangan jumlah karyawan. Melati termasuk salah satu korban pengurangan tersebut. Kontrak kerja Melati habis dan tidak diperpanjang lagi. Melati kembali ke desanya tanpa memberi tahu Elang.

Elang akhirnya menyusul ke desa tempat tinggal Melati yang berada berpuluh-puluh kilometer dari kota Surabaya.

Disana Elang dikejutkan kabar bahwa Melati akan berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib di ibu kota. Disana ia akan tinggal dengan tetangganya yang telah lama merantau ke Jakarta. Elang berusaha mencegah niat Melati. Akan tetapi Melati bersikeras dengan keinginannya.

“Tinggallah disini. Meskipun kau belum bisa menerima cintaku, tapi aku akan menunggumu..” sergah Elang.

“Maafkan aku, Elang. Tapi aku harus pergi… Kalau terus disini aku tetap tidak bisa melupakan bayang-bayang mantanku…” (mellow nih ceritanya)

“Kamu tidak harus ke Jakarta, disini juga kita masih bisa mencari uang. Asalkan kita berusaha keras!”

“Tidak, aku harus pergi…! Lupakan saja aku…!” (keras kepala ni orang)

“Aku tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu…”

Dengan lunglai akhirnya Elang kembali ke rumahnya. Ia tidak berhasil mencegah kepergian Melati. Padahal waktu itu ia bermaksud melamar Melati. Dalam hati ia berharap suatu saat bisa menyusul Melati ke Jakarta.

Hidup terus berjalan. Melati pergi ke Jakarta dan Elang sama sekali tak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Elang berulang kali berusaha mencari kabar Melati tapi tak juga berhasil. Elang tetap tinggal di Surabaya. Di sela-sela kesibukannya ia membuat blog dan meskipun ia tetap berada di kotanya, tapi tulisan-tulisannya telah sampai kemana-mana. Bukan hanya Jakarta tapi seluruh dunia membaca tulisannya. Tapi tetap saja, ia tidak berhasil menemukan kabar tentang Melati (padahal ia sudah search di internet).

Sampai saat ini ia belum bisa mencintai orang seperti ia mencintai Melati. Meski banyak gadis yang hilir mudik dalam kehidupannya. Ketika kutanya mengapa ia tidak bisa mencintai gadis lain, ia hanya menjawab, “Aku sudah coba tetapi tidak bisa.”

Well, kayak lagunya Element aja :

Bila aku harus mencintai dan berbagi hati, itu hanya denganmu. Namun bila ku harus tanpamu, akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta…

(fahmee)

Iklan

Sejarah

Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.

Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.

Sekilas Tentang Monas

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.

sumber : kaskus.us

10 TEMPAT UNIK DI JAKARTA

Posted: Juni 10, 2010 in Wisata
Tag:

10. STASIUN TANJUNG PRIOK

Stasiun Tanjung Priok menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia yang berada di selatan. Alasan pembangunan ini karena pada masa lalu wilayah Tanjung Priok sebagian besar adalah hutan dan rawa-rawa yang berbahaya, sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang aman pada saat itu (kereta api).

Pada akhir abad ke-19, pelabuhan Jakarta yang semula berada di daerah sekitar Pasar Ikan tidak lagi memadai, dan Belanda membangun fasilitas pelabuhan baru di Tanjung Priok.
Stasiun ini dibangun tepatnya pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916). Untuk menyelesaikan stasiun ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 di antaranya adalah pekerja berkebangsaan Eropa.

9. TAMAN SUROPATI

Peanataan Taman Suropati telah berdiri sejak zaman Belanda, dengan nama Boorgermeester Bisschopplein. Pada prinsipnya desain taman tidak mengalami perubahan. Taman yang berbentuk lingkaran meliputi area seluas 16.322 m2 .

Beberapa seniman negara ASEAN menyumbangkan hasil karyanya dan memperagakan di Taman Suropati. Taman ini mempunyai nama tambahan “Taman persahabatan seniman ASEAN”.

Adanya berbagai ornamen dan sarana yang terdapat di Taman Suropati, menyebabkan taman ini menjadi salah satu taman dengan kualitas terbaik di Kota Jakarta.

8. SALIHARA PASAR MINGGU

Berdiri di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.237 m2, Komunitas Salihara yang berlokasi di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memiliki tiga unit bangunan utama, yaitu Teater Salihara, Galeri Salihara, serta ruang perkantoran dan wisma seniman.

7. THEATER 4D, ANCOL

Sinema 4D di Gelanggang Samudra Ancol merupakan Sinema 4D yang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia tenggara. Dengan kapasitas sebanyak 304 kursi dan ukuran layar 20 m x 18 m serta efek hembusan angin, semburan air dan tekhnologi getaran kursi, Sinema 4D hadir khusus untuk menghibur anda dan keluarga. Film yang diputar juga sangat edukatif yaitu Monster of The Deep.

Monster of The Deep bercerita tentang kehidupan purba makhluk-makhluk laut yang seru dan menakjubkan.

6. ANGKRINGAN

Pemilik Angkringan Nasi Kucing Fatmawati itu. Namanya Handayani dan Tri Wibowo. Setiap hari, keduanya ikut menggawangi angkringan itu kendati empat temannya sudah bisa meladeni pengunjung. Kalau dihitung, semalaman antara pukul 19.00-02.00 tak kurang dari 100 orang meludeskan dagangan Yani dan Bowo.

�Kebanyakan yang beli orang Jogja, Solo dan Semarang yang biasa di kampungnya ada angkringan atau hik,� terang Yani.

Yani dan Bowo memang menggotong konsep hik atau angkringan dari kampung halamannya di Solo. Merunut sejarahnya, warung makan dan jajanan murah ini ditradisikan oleh Mbah Pairo. Konon, lelaki asal Cawas, Klaten, Jawa Tengah itu sudah mengusung dua pikulan ting-ting hik ke Jogja sejak tahun 1950-an. Ia menggelar dagangannya di emplasemen Stasiun Tugu Yogya sembari teriak, “Iyeeeeekk !” Sejak itulah, hik yang mulanya dikenal di Solo �menular� ke Jogja oleh tangan Mbah Pairo dengan sebutan angkringan.

5. PASAR KUE SUBUH

Tempatnya di halaman Pasar Senen. Arealnya luas memanjang, persis di samping terminal dan depan jembatan layang. Ia memiliki dua lokasi menyatu yang ditandai anak tangga. Satu lokasi berlantai ubin dikelola PD Pasar Jaya.

Adapun di sampingnya, yang berlantai tanah, ditangani PD Pembangunan Jaya dan pihak swasta.
Kue-kue basah umumnya seharga Rp. 800 sampai Rp 1.000. Roti isi ada yang Rp 900 sampai Rp. 1.700. Penganan sejenis paling mahal Rp 5.000. Sementara jenis kue tart bisaseharga Rp 30 ribu. Sekotak puding cake, misalnya, yang berisi 20 potong cuma 10 ribu perak. Anda bisa mencicipinya langsung maupun membelinya dalam partai besar untuk keperluan pesta, acara rapat dan semacamnya.. Ibu-ibu rumahtangga biasanya datang ke sini membeli beberapa potong kue buat keluarganya. Namun lebih banyak pembeli yang mewakili jenis pemilik warung atau toko kue yang kulakan untuk dijual kembali.

4. SDN NO. 1 MENTENG

Bangunan SD yang masih berstruktur peninggalan belanda ini menjadi semakin populer semenjak Obama yang pernah bersekolah di SD ini menjadi Presiden Amerika.

3. PASAR BUNGA RAWA

Pasar bunga Rawa Belong merupakan pusat lokasi terbesar pemasaran bunga dan tanaman hias serta fasilitas pendukung lainnya diwilayah Jakarta. Pasar yang saat ini dimiliki oleh Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta terletak di wilayah Kebon Jeruk Jakarta Barat. Tepatnya di Jl. Sulaiman no.50, Kebon Jeruk � Jakarta Barat.
Cara mencapai pasar ini tidaklah begitu sulit. Dari arah Bunderan Slipi menuju arah Kebayoran lama dan berbelok di Jl. Sulaiman.
omset pasar ini mencapai Rp. 3 milyar/bulan.

2. SETU BABAKAN

Tempat yang lebih dikenal dengan – Perkampungan Betawi Setu Babakan, di jalan raya Moh. Khafi II, Ciganjur, Jakarta Selatan- ternyata memiliki daya tarik yang unik. Berlokasi tidak jauh dari rumah mantan presiden RI kita yang ke 4, Gus Dur, setiap pengunjung akan dimanjakan oleh alam desa yang segar. Setelah melewati gerbang si Pitung sebagai Gerbang Utama, pengunjung akan melewati lingkungan pemukiman penduduk yang mayoritas Betawi dengan bentuk rumah yang khas, yaitu teras yang luas dan bentuk atap yang unik.

1. PULAU TIDUNG

Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di Kepulauan Seribu. Pulau ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau ini juga mempunyai penduduk cukup banyak. Wilayah Pulau Tidung merupakan tempat yang unik khususnya untuk wisata bahari dan menyelam. Ekosistem terumbu karang di pulau ini masih mempunyai keindahan yang cukup baik, khususnya apabila melakukan kegiatan snorkeling atau diving di daerah tubir. Kegiatan penelitian juga sering di lakukan di daerah ini.

sumber : pt.joni.blogspot.com