Posts Tagged ‘cinta’

Temukan Cinta Anda

Posted: November 4, 2010 in Inspiratif
Tag:

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan.
Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Tentang Cinta…

Posted: September 22, 2010 in Kata Mutiara
Tag:, ,

bila telapak tangan mu berkeringat, hatimu dag dig dug..
suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
itu bukan cinta, tetapi SUKA.

– bila tangan mu tak dapat berhenti memegang dan menyentuh nya,
itu bukan cinta, tetapi BIRAHI.


– bila kau menginginkan nya selalu berada di samping mu,
itu bukan cinta, tetapi KESEPIAN.

– bila kau menerima pernyataan cinta nya,
karana kau tak mau menyakiti hati nya,
itu bukan cinta, tetapi KASIHAN.

– bila kau bangga dan selalu ingin memamerkan nya
kepada semua orang,
itu bukan cinta, tetapi KEMUJURAN.

– bila kau mengatakan pada nya bahwa ia adalah
satu satunya hal yang kau pikirkan,
itu bukan cinta, tetapi GOMBAL.


– kau men CINTAI nya, ketika kau MENERIMA KESALAHAN DIA ..
karna itu adalah bagian dari kepribadian nya

– ketika kau RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU,

– ketika HATIMU TERCABIK bila IA SEDIH
dan BERBUNGA bila IA BAHAGIA

– ketika kau MENANGIS untuk KEPEDIHAN NYA
biarpun ia cukup tegar menghadapinya

– ketika kau tertarik kepada orang lain, tetapi kau masih SETIA
bersama nya …

– CINTA adalah PENGORBANAN ..
MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI ..

– CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME

– kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus di bayar
untuk sebuah CINTA ..

– semua di atas adalah perumpamaan, tetapi awal dari cinta adalah..
membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan
tidak merubah nya menjadi gambaran yang kita inginkan.

– jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan
di dalam dia.

sumber : bluefame.com (posted by Neo_T)

Pilih Mencintai atau Dicintai?

Posted: Agustus 28, 2010 in Cerita
Tag:


Suatu hari, seseorang yang sedang putus cinta menangis di taman….

Datang seseorang bertanya padanya, “mengapa kamu menangis..?”

Dijawabnya, “aku sangat sedih, kekasihku meninggalkan aku..!”

Orang itu tertawa sambil berkata, “Kamu bodoh sekali..”

Dijawabnya, “Kamu tak punya perasaan atau bagaimana??? Aku sedang putus cinta dan ini sudah cukup menyedihkan. Tak apalah kalau kamu tak membujukku, tapi mengapa kamu tega menertawai ku juga…?!”

“Bodoh…! kamu tak perlu sedih, karna yang seharusnya sedih adalah dia!” kata orang itu.

“Kenapa dia yang bersedih, kan dia yang memutuskan aku???” jawabnya

“Karna kamu hanya kehilangan orang yang TAK MENCINTAIMU, tetapi DIA KEHILANGAN ORANG YANG SANGAT MENCINTAINYA”  jawab orang itu .

sumber : bluefame.com

Sebesar Apa Cintamu?

Posted: Agustus 13, 2010 in Cerita
Tag:, ,

Terlampir kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.Silahkan baca dan dihayati.

Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya…….. istri & calon istri juga boleh…

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa,tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata,”Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. . bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2, “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami suda tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya. “Anak2ku ………… Jikalau pernikahan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah…… tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit..”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno….dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita..”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

sumber tulisan : kaskus. us

Berterima Kasihlah…

Posted: Agustus 4, 2010 in Kata Mutiara
Tag:,

Berterima kasihlah kepada orang yang melukai hatimu, karena dia membuatmu kuat…

Berterima kasihlah kepada orang yang membohongimu, karena dia membuatmu bijaksana…

Berterima kasihlah kepada orang yang membuatmu kesal, karena dia membuatmu berlatih sabar…

Berterima kasihlah kepada orang yang membencimu, karena dia mengasah ketegaranmu…

Berterima kasihlah kepada orang yang mencintaimu, karena dialah anugerah terindah dalam hidupmu..

a Message of Love

Posted: Juli 24, 2010 in Buku
Tag:,

Judul: A Message of Love

Peresensi: Rini Nurul Badariah, rinurbad.multiply.com
Penulis: Tria Barmawi
Penerbit: Lingkar Pena Publishing
Halaman: 368
Seperti They Want Me to be Bright, novel bernuansa islami cukup kental ini berbicara tentang pendidikan. Tentu saja di AMoL, cakupannya lebih luas. Penulis menyebut metode beberapa sekolah, dan dengan representasi dialog karakter-karakternya, mengungkapkan kekaguman serta inspirasi yang terdorong oleh sejumlah bacaan menyoal topik itu, di antaranya Totto-chan.
Sub plot yang paling merebut hati saya adalah perihal kedua kakek Zahra, Opa Sakri dan Eyang Anang Sumargana. Hubungan kakek dan cucu yang mesra, dibauri aspek-aspek pengajaran yang indah seperti menulis dengan tinta, semangat berbagi ilmu meskipun telah pensiun, dan menerjemahkan buku bahasa Belanda, menyentuh batin sampai ke dasar. Tanpa sungkan penulis mengemukakan bahwa kedua sosok menawan ini terlahir dari profil kakek-kakeknya sendiri, membaca uraian demi uraian mengenai mereka menjerat saya dalam perenungan melodius. Pasalnya, saya merasa disuguhi cerita tentang seseorang yang sangat saya kenal dan memiliki kepedulian serupa pada perkembangan masyarakat sekitar, utamanya di pedesaan, seperti Eyang Anang dan Opa Sakri.
Pautan hati kakek dan cucu digedorkan dalam bentuk mimpi, yang hadir selaku pembuka karya fiksi bersampul hijau menyejukkan penglihatan ini. Ada kalanya mimpi bukan bunga tidur, ada pula mimpi yang bukan rekayasa setan lantaran kita lupa membaca doa, tetapi mimpi yang menggema ke nurani sehingga seorang Zahra yang merasa hidupnya monoton dalam perambatan karir belaka terdorong untuk mengikuti petunjuk dari masa lalu.
Mengapa tagline di muka menyebut-nyebut cinta dan persahabatan? Itu pulalah yang dikuak dalam konflik lain A Message of Love. Tiga perempuan yang menjadi karib, diterpa badai kepercayaan dan keraguan meski telah seperti saudara selama bertahun-tahun, karena asmara. Terbetik pesan bahwa seorang akhwat juga manusia, bisa terperangkap cinta sekaligus hasrat menggebu untuk menunaikan keinginannya segera menikah. Kekecewaan yang berkepanjangan digambarkan sangat baik oleh penulis, tanpa jatuh dalam napas sentimentil yang over dosis. Penghujung romansa yang membuat gemas ini dapat ditebak pada titik tertentu.
Elemen personal yang dijumput penulis untuk mempercantik karyanya ini bukan hanya profil kedua kakek, para pendidik yang menerbitkan rasa kagum melimpah, namun juga dialek Malaysia Aziyah, teman kuliah Zahra, yang sangat ‘nyata’ mengingat penulis sempat bermukim di negeri jiran cukup lama.
Faktor lain yang tidak kalah memukau ialah aroma Sunda dalam sebagian latar cerita. Saya tersenyum-senyum kala Zahra, Mutia, dan Dania nyaris pingsan diberondong suguhan makanan serta selalu harus makan setiap kali mampir bertandang [mengingatkan pada masa KKN di Sumedang yang meledakkan lambung]. Terdapat sedikit kemelesetan dalam dialog bahasa Sunda dengan penduduk, namun tidak menjadi soal sebab dewasa ini, warga di daerah pun lebih fasih berbahasa Indonesia dibanding menggunakan bahasa leluhur. Bila selama ini para pelancong hanya menjelajah sekitar Bandung dan tempat berbelanja alias FO, membaca A Message of Love akan membetot rasa ingin tahu akan adanya desa elok bernama Cibulan Wetan di perbatasan Garut-Tasikmalaya.
Penulis menyisipkan adegan menarik ihwal garis batas yang harus dipatuhi seseorang dalam pola asuh ibu dan anak. Zahra merasa iba pada anak kecil yang rewel karena tidak diberi permen, lalu mengulurkan satu kepadanya. Meski tak lupa berterima kasih, sang ibu menjelaskan bahwa perbuatannya bukan tanpa alasan. Kadang anak-anak menggunakan rengekan sebagai senjata, dan ibu tersebut tidak ingin buah hatinya terbiasa memperoleh segala yang diinginkan begitu saja. Terlebih, ia sudah terlalu banyak makan permen. [hal. 220-223].
Yang terang, membaca novel ini membuat saya kian cinta menetap di desa. Sebagaimana petikan berikut,
“Tidak semua tempat di dunia mampu menawarkan kebahagiaan seperti di sini, Zahra,” kata Eyang suatu hari, duduk di dalam saung bambunya di tengah hamparan kuning padi dan kicauan burung. [hal. 26]

sumber : resensibuku.com

Waktu terus berlalu, tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan

masih teringat jelas senyum terakhir yang kau beri untukku…

Ini sebuah kisah tentang kehidupan seorang temanku, sebut saja namanya Elang . Elang ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di kota Surabaya. Dia menyukai seorang gadis, sebut saja Melati. Melati juga seorang karyawan biasa sama seperti Elang, tapi di perusahaan yang berbeda.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kapan dan dimana datangnya cinta tiada orang yang tahu. Begitu juga dengan Elang dan Melati, suatu takdir mempertemukan mereka. Hingga akhirnya Elang jatuh cinta pada Melati. Tidak halnya dengan Melati. Dia belum bisa menerima cinta Elang.

“Maaf, aku belum bisa menerima cintamu. Dalam hatiku belum bisa melupakan bayang-bayang mantanku.” (kayak sinetron aja nih…)

It’s okay. Tapi Ngga’ apa-apa kan kalau aku jadi sahabatmu?”

Melati mengangguk.

Akan tetapi, Elang tidak putus asa dan terus berusaha mendapatkan cinta Melati. Perjuangan Elang tidak sia-sia, meski Melati belum bisa menerima cintanya, Melati tidak berhubungan dengan pria lain meski banyak pria yang berusaha mendekatinya (istilahnya Elang adalah TTM-nya).

Namun takdir berkata lain. Suatu ketika, perusahaan tempat kerja Melati melakukan pengurangan jumlah karyawan. Melati termasuk salah satu korban pengurangan tersebut. Kontrak kerja Melati habis dan tidak diperpanjang lagi. Melati kembali ke desanya tanpa memberi tahu Elang.

Elang akhirnya menyusul ke desa tempat tinggal Melati yang berada berpuluh-puluh kilometer dari kota Surabaya.

Disana Elang dikejutkan kabar bahwa Melati akan berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib di ibu kota. Disana ia akan tinggal dengan tetangganya yang telah lama merantau ke Jakarta. Elang berusaha mencegah niat Melati. Akan tetapi Melati bersikeras dengan keinginannya.

“Tinggallah disini. Meskipun kau belum bisa menerima cintaku, tapi aku akan menunggumu..” sergah Elang.

“Maafkan aku, Elang. Tapi aku harus pergi… Kalau terus disini aku tetap tidak bisa melupakan bayang-bayang mantanku…” (mellow nih ceritanya)

“Kamu tidak harus ke Jakarta, disini juga kita masih bisa mencari uang. Asalkan kita berusaha keras!”

“Tidak, aku harus pergi…! Lupakan saja aku…!” (keras kepala ni orang)

“Aku tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu…”

Dengan lunglai akhirnya Elang kembali ke rumahnya. Ia tidak berhasil mencegah kepergian Melati. Padahal waktu itu ia bermaksud melamar Melati. Dalam hati ia berharap suatu saat bisa menyusul Melati ke Jakarta.

Hidup terus berjalan. Melati pergi ke Jakarta dan Elang sama sekali tak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Elang berulang kali berusaha mencari kabar Melati tapi tak juga berhasil. Elang tetap tinggal di Surabaya. Di sela-sela kesibukannya ia membuat blog dan meskipun ia tetap berada di kotanya, tapi tulisan-tulisannya telah sampai kemana-mana. Bukan hanya Jakarta tapi seluruh dunia membaca tulisannya. Tapi tetap saja, ia tidak berhasil menemukan kabar tentang Melati (padahal ia sudah search di internet).

Sampai saat ini ia belum bisa mencintai orang seperti ia mencintai Melati. Meski banyak gadis yang hilir mudik dalam kehidupannya. Ketika kutanya mengapa ia tidak bisa mencintai gadis lain, ia hanya menjawab, “Aku sudah coba tetapi tidak bisa.”

Well, kayak lagunya Element aja :

Bila aku harus mencintai dan berbagi hati, itu hanya denganmu. Namun bila ku harus tanpamu, akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta…

(fahmee)