19 Kisah Inspiratif dari Balik Penjara

Posted: November 20, 2010 in Buku, Inspiratif
Tag:,

Sumber : Kompas, 29 Oktober 2010
Peresensi : Sophie Mou
Penerbit : Galangpress

Penjara bagi kebanyakan orang adalah tempat yang menakutkan. Benarkah penjara adalah tempat yang menakutkan bagi manusia ? Sebenarnya orang orang yang terpenjara itu tidak ada perbedaan dengan manusia bebas di luar penjara. Mereka tidak menakutkan, mereka hanya orang orang yang berbuat salah, yang menebus kesalahannya menjalani hukuman di balik jeruji.
Dinar dibui dengan hukuman 1 tahun 2 bulan, sedangkan kekasihnya hanya dipidana dengan hukuman 4 bulan. Perbuatan yang dilakukan bersama, tetapi mengapa hukuman diterima berbeda jauh? hanya rumput yang bergoyang yang menjawab.

Mereka di dalam sana adalah manusia yang juga mempunyai keinginan, dan cita cita jika mereka bebas dan kembali ke masyrakat, untuk berkarya dan memulai kehidupan baru. Siapakah diantara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan, hanya tergantung besar kecilnya kesalahan yang kita perbuat.

Galangpress mengadakan worshop menulis di LP Wirogunan, Jogjakarta. Berangkat dari semboyan Urip sejatine Agawe Urup, hidup seharusnya bisa memberi makna hidup dan kehidupan bagi orang lain.

Walau badan para narapidana terpenjara tetapi semangat, imajinasi dan kreativitas tidak akan pernah dapat terkekang, itulah salah satu yang diyakini oleh Pihak galang. “Ini adalah salah satu bentuk kerjasama kemanusiaan galangpress. Kami ingin sekali membuat warga binaan di lapas bisa menulis dan membagikan pengalaman inspiratifnya ke masyarakat luas,” jelas Julius Felicianus, direktur Galangpress ketika membuka workshop.

Workshop ini diikuti oleh 30 penghuni lapas yang telah menjadi warga binaan LP Wirogunan. Galang mengirimkan 7 editor terbaiknya, memberikan pembinaan dan pengarahan dalam menulis. Setelah mengikuti workshop, para warga binaan diberikan waktu 1 bulan untuk menulis, mengikuti lomba menulis, dan kisah mereka akan diseleksi dan diterbitkan menjadi buku oleh pihak Galangpress.

Dalam rangka ulang tahun Lapas, 14 mei dipilihlah 4 kisah pemenang. Bersama dengan kisah pilihan lainnya, tulisan para pemenang ini dibukukan. Seperti kata salah satu penulis yang divonis selama 7 tahun karena kasus pembunuhan. “Tubuh kami boleh terkurung di sini, namun inspirasi, kreasi dan imajinasi kami tidak akan pernah terkurung. Kami bagaikan katak yang menembus tempurung.”

Dari salah satu dari kisah yang menyentuh, tersebutlah kisah dari Dinar, pemenang juara 2. Narapidana wanita yang menjalani hukuman dikarenakan kasus penguguran janin. Dinar dibui dengan hukuman 1 tahun 2 bulan, sedangkan kekasihnya hanya dipidana dengan hukuman 4 bulan. Perbuatan yang dilakukan bersama, tetapi mengapa hukuman diterima berbeda jauh? hanya rumput yang bergoyang yang menjawab.

Pada dasarnya Dinar adalah gadis yang ceria dan cantik, penjara tidak membuatnya bersedih, meratapi nasibnya. Di penjara ini, dirinya menyesuaikan diri, menjalani hari harinya. Dirinya telah menyesal melakukan perbuatan bodoh, tetapi nasi sudah menjadi bubur, sekarang saat menebus kesalahan diri.

Penjara ternyata tidak menakutkan seperti yang dibayangkan oleh Dinar, didalam penjara ini dirinya mengenal jalinan cinta dengan sesama narapidana pria. Cinta yang dimulai ketika memulai mapenaling ( masa pengenalan lingkungan ), ketika berakhir masa mapenaling bersemilah cinta dinar dan kekasihnya.

Cinta itu ternyata di mana-mana sama saja, jatuh cinta berjuta rasanya, walau berpacaran di dalam penjara merupakan larangan bagi narapidana. Jarak cinta Dinar terlalu jauh, sebentar lagi kurang dari satu setengah bulan lagi, dirinya akan bebas, sedangkan kekasihnya masih harus menjalanin masa hukuman yang lama, seberapa lamakah? 12 tahun…oh cinta…apalagi cinta penjara. Inilah Kutipan cerita hati Dinar  “Cinta hanya sebagian dari hidup ini. Jangan menyerahkan seluruh hidupmu untuk cinta. Kelak kau akan kecewa. Pengalaman masa laluku dengan Timbul sudah menjadi peringatan bagiku. Namun entah mengapa, aku ingin sekali membuka kembali hatiku untuk menerima cinta seorang lelaki. Tapi aku takut akan disakiti untuk ke sekian kali. Ingat Dinar! Jangan mudah percaya dengan orang lain. Ah, masa bodoh.”

Aku tahu masa penantianku akan sangat berat, tapi apa salahnya mencoba. Bukan lagi saatnya bagiku untuk gonta-ganti pacar seperti dulu. Aku ingin Ada yang akan mendampingiku hingga nanti. Kembali aku masuki alam lamunanku. Aku berpikir bahwa sebentar lagi aku sudah bisa menghirup udara kebebasan. Dan di lapas inilah aku belajar menerima kenyataan hidup yang sesungguhnya. Tempat di mana aku telah memulai lagi hidupku yang baru. Aku menjadi seorang hamba yang tak lagi lupa akan kewajiban beribadah. Di tempat ini aku menimba banyak kenangan dan pelajaran. Di sini aku betul-betul sadar kalau perbuatanku yang dulu-dulu adalah salah dan dosa.

Di sini, setiap aku menengadahkan kedua tanganku untuk berdoa, aku bersujud. Aku selalu menangis dan selalu meminta ampun dari Mu ya Tuhan. Aku bertobat pada Mu ya Tuhan. Terima kasih Tuhan Engkau masih mempercayakan hidup untuk hamba berbuat kebaikan lagi. Engkau memperingatkan hamba untuk menyembah dan beribadah kepada Mu. Sekali lagi terima kasih Tuhan.

Apapun hasil akhir cerita dari cinta Dinar, penjaralah yang telah memberikan cinta yang tulus kepada dirinya. Berbahagialah dirinya, yang telah menceritakan pada pembaca di luar lapas, di dalam penjara bukan hanya ada pertobatan, tetapi ada cinta dan kehidupan yang baru.

Cerita Dinar hanyalah salah satu dari 19 kisah catatan kehidupan napi binaan lapas wirogunan. Cerita yang terjadi pada diri anak manusia, yang mencoba bangkit dari keterpurukan, mengatasi penyesalan di masa lalu, menapak jalan kehidupan baru, menembus tempurung mereka.

Berbahagialah mereka yang masuk penjara karena diberi kesempatan membuka batinnya, menemukan kekuatan yang selama ini tersembunyi dan keseimbangan baru. Berbahagialah mereka yang tak mengalami penjara dan menemukan imaginasi dari yang tak dialami. Keduanya menemukan keseimbangan saling memahami – Arswendo Atmowiloto. (Sophie Mou)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s