Pesankan Saya Tempat di Neraka

Posted: Oktober 7, 2010 in Agama
Tag:

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. jilbab menjadi multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria, di sebuah microbus ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk di ujung kursi dekat pintu keluar.  Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’, kalau bisa dibahasakan sebagai mengundang keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan.  Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Selain itu, pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak preogatif seseorang.

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal.  Dan sang bapak pun hanya beristighfar dan terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasana pun hening.  Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya, tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalang oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur. Ia berada di dekat pintu keluar . “Bangunkan saja!” begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menentang Tuhan…

sumber : anehnie.com

Komentar
  1. sigit setia eka mengatakan:

    Tuhan memang tidak tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s