Tunggulah Aku di Jakartamu…

Posted: Juli 23, 2010 in Cerita
Tag:, ,

Waktu terus berlalu, tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan

masih teringat jelas senyum terakhir yang kau beri untukku…

Ini sebuah kisah tentang kehidupan seorang temanku, sebut saja namanya Elang . Elang ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di kota Surabaya. Dia menyukai seorang gadis, sebut saja Melati. Melati juga seorang karyawan biasa sama seperti Elang, tapi di perusahaan yang berbeda.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kapan dan dimana datangnya cinta tiada orang yang tahu. Begitu juga dengan Elang dan Melati, suatu takdir mempertemukan mereka. Hingga akhirnya Elang jatuh cinta pada Melati. Tidak halnya dengan Melati. Dia belum bisa menerima cinta Elang.

“Maaf, aku belum bisa menerima cintamu. Dalam hatiku belum bisa melupakan bayang-bayang mantanku.” (kayak sinetron aja nih…)

It’s okay. Tapi Ngga’ apa-apa kan kalau aku jadi sahabatmu?”

Melati mengangguk.

Akan tetapi, Elang tidak putus asa dan terus berusaha mendapatkan cinta Melati. Perjuangan Elang tidak sia-sia, meski Melati belum bisa menerima cintanya, Melati tidak berhubungan dengan pria lain meski banyak pria yang berusaha mendekatinya (istilahnya Elang adalah TTM-nya).

Namun takdir berkata lain. Suatu ketika, perusahaan tempat kerja Melati melakukan pengurangan jumlah karyawan. Melati termasuk salah satu korban pengurangan tersebut. Kontrak kerja Melati habis dan tidak diperpanjang lagi. Melati kembali ke desanya tanpa memberi tahu Elang.

Elang akhirnya menyusul ke desa tempat tinggal Melati yang berada berpuluh-puluh kilometer dari kota Surabaya.

Disana Elang dikejutkan kabar bahwa Melati akan berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib di ibu kota. Disana ia akan tinggal dengan tetangganya yang telah lama merantau ke Jakarta. Elang berusaha mencegah niat Melati. Akan tetapi Melati bersikeras dengan keinginannya.

“Tinggallah disini. Meskipun kau belum bisa menerima cintaku, tapi aku akan menunggumu..” sergah Elang.

“Maafkan aku, Elang. Tapi aku harus pergi… Kalau terus disini aku tetap tidak bisa melupakan bayang-bayang mantanku…” (mellow nih ceritanya)

“Kamu tidak harus ke Jakarta, disini juga kita masih bisa mencari uang. Asalkan kita berusaha keras!”

“Tidak, aku harus pergi…! Lupakan saja aku…!” (keras kepala ni orang)

“Aku tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu…”

Dengan lunglai akhirnya Elang kembali ke rumahnya. Ia tidak berhasil mencegah kepergian Melati. Padahal waktu itu ia bermaksud melamar Melati. Dalam hati ia berharap suatu saat bisa menyusul Melati ke Jakarta.

Hidup terus berjalan. Melati pergi ke Jakarta dan Elang sama sekali tak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Elang berulang kali berusaha mencari kabar Melati tapi tak juga berhasil. Elang tetap tinggal di Surabaya. Di sela-sela kesibukannya ia membuat blog dan meskipun ia tetap berada di kotanya, tapi tulisan-tulisannya telah sampai kemana-mana. Bukan hanya Jakarta tapi seluruh dunia membaca tulisannya. Tapi tetap saja, ia tidak berhasil menemukan kabar tentang Melati (padahal ia sudah search di internet).

Sampai saat ini ia belum bisa mencintai orang seperti ia mencintai Melati. Meski banyak gadis yang hilir mudik dalam kehidupannya. Ketika kutanya mengapa ia tidak bisa mencintai gadis lain, ia hanya menjawab, “Aku sudah coba tetapi tidak bisa.”

Well, kayak lagunya Element aja :

Bila aku harus mencintai dan berbagi hati, itu hanya denganmu. Namun bila ku harus tanpamu, akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta…

(fahmee)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s