Arsip untuk Juli, 2010

Heboh Lagu Keong Racun

Posted: Juli 31, 2010 in Heboh
Tag:, ,

INILAH.COM, Jakarta – Lagu “Keong Racun” kini menjadi pembicaraan dunia setelah muncul di YouTube dan ramai dibicarakan di Twitter.

Bahkan koran di Inggris Independent menulis soal lagu Keong Racun menjadi topik yang paling dibicarakan di Twitter. Koran itu juga memajang foto Sinta-Jojo yang sedang bergoyang genit di Youtube.
“Pengguna Twitter tergila-gila terhadap video YouTube dua gadis remaja bernama Sinta dan Jojo yang melakukan lip sync “Keong Racun.”,” tulis situs Inggris.
Sementara “onetimefor #,” “don’tcoutonit #” dan “predictingkanyetweets #” berada di tempat kedua, tempat keempat dan keenam. “Inception,” rilis film fiksi Leonardo DiCaprio berada di tempat ketiga.
Aksi narsis Sinta dan Jojo memang telah menarik setiap orang yang melihatnya di situs YouTube. Gaya lugu dan cara bernyanyi penyanyi dangdut yang mereka tirukan telah menarik perhatian setiap orang, terutama pria.
Kini keduanya telah mendunia, meski awalnya kedua gadis asal Bandung itu mengaku hanya ingin sekedar membuat sensasi belaka. Tidak hanya lagu Keong Racun, Sinta dan Jojo juga melakukan lipsynch lagu-lagu seperti Dokter Cinta, Telephone, dan Cinta Satu Malam.
Lagu Keong Racun pertama kali dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Lissa dalam album berjudul Dangdut Techno yang dirilis Air Studio. Namun, saat ini justru Sinta dan Jojo yang lebih mendunia dibandingkan penyanyi aslinya. [wdh]
Keong Racun Sempat ditawar 100 juta
INILAH.COM, Jakarta – Lissa penyanyi asli Keong Racun dan manajemen menyesal Keong Racun dibeli Charlieb ‘ST12’. Maklum, sebelumnya sempat ditawar Rp100 juta.
“Kebodohan kita, Abuy yang tidak bisa dihubungi. Bukan mau ngapa-ngapain. Dia kan di bawah manajemen saya,” ungkap Ira, manajer Lissa penyanyi asli Keong Racun, melalui telepon selulernya, di Jakarta, Jumat (30/7/10).
Sebelum kontrak dengan Charlie, lagu Keong Racun sempat ditawar Rp100 juta.
“Iya, lagu kan banyak yang mau beli. Dari Falcon mau beli lagu Rp100 juta.”
Lagu Keong Racun saat ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di dunia maya saja, tetapi dimana-mana orang sudah mulai membicarakannya.
Hal yang paling mencengangkan lainnya adalah ketika lagu itu sempat menjadi trending topic pada situs mikrobloging Twitter.
Hingga saat ini jumlah viewers video Keong Racun telah mencapai 638,847 viewers, yang berarti semakin hari video tersebut semakin dicari dan diminati.
Lagu Keong Racun pertama kali dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Lissa dalam album bertitel Dangdut Techno rilisan label Air Atudio. [aji/mor]
source : inilah.com

DIMANA MELANI?

Posted: Juli 28, 2010 in Film
Tag:

Satu lagi sinetron persembahan MDEntertainment yang akan menghiasi layar kaca setiap hari Senin-Minggu pukul 22.00 wib di SCTV. Berikut sinopsisnya :

Melani, 16 tahun, adalah putri Chandra Wirayudha, seorang konglomerat terkenal di Jakarta, yang hilang ketika sedang pesta di sebuah kelub. Hilangnya Melani membuat Chandra dan Arini, istri Chandra, terguncang.

Dengan segala kekuatannya Chandra kemudian dibantu oleh seorang polisi, Donny, berusaha untuk menemukan Melani. Mereka menyusuri jejak terakhir hilangnya Melani, tapi usaha ini tidak juga menemukan hasil. Sementara Arini semakin larut dalam kesedihannya.

Donny bersama timnya terus berusaha mencari Melani. Hingga tim polisi ini mendapatkan bukti-bukti yang mengarah kepada keluarga besar Wirayudha. Satu-persatu dari keluarga besar ini kemudian menjadi tersangka atas hilangnya Melani. Hal ini semakin memperkeruh hubungan keluarga besar Wirayudha.

Apakah benar orang-orang terdekat keluarga Wirayudha terlibat atas menghilangnya Melani? Lalu apa sebenarnya rahasia terdalam dari keluarga yang terlihat sangat harmonis itu?

Satu persatu misteri akan terungkap. Dan setelah itu apakah Melani berhasil diselamatkan??

sumber : mdentertainment.net

a Message of Love

Posted: Juli 24, 2010 in Buku
Tag:,

Judul: A Message of Love

Peresensi: Rini Nurul Badariah, rinurbad.multiply.com
Penulis: Tria Barmawi
Penerbit: Lingkar Pena Publishing
Halaman: 368
Seperti They Want Me to be Bright, novel bernuansa islami cukup kental ini berbicara tentang pendidikan. Tentu saja di AMoL, cakupannya lebih luas. Penulis menyebut metode beberapa sekolah, dan dengan representasi dialog karakter-karakternya, mengungkapkan kekaguman serta inspirasi yang terdorong oleh sejumlah bacaan menyoal topik itu, di antaranya Totto-chan.
Sub plot yang paling merebut hati saya adalah perihal kedua kakek Zahra, Opa Sakri dan Eyang Anang Sumargana. Hubungan kakek dan cucu yang mesra, dibauri aspek-aspek pengajaran yang indah seperti menulis dengan tinta, semangat berbagi ilmu meskipun telah pensiun, dan menerjemahkan buku bahasa Belanda, menyentuh batin sampai ke dasar. Tanpa sungkan penulis mengemukakan bahwa kedua sosok menawan ini terlahir dari profil kakek-kakeknya sendiri, membaca uraian demi uraian mengenai mereka menjerat saya dalam perenungan melodius. Pasalnya, saya merasa disuguhi cerita tentang seseorang yang sangat saya kenal dan memiliki kepedulian serupa pada perkembangan masyarakat sekitar, utamanya di pedesaan, seperti Eyang Anang dan Opa Sakri.
Pautan hati kakek dan cucu digedorkan dalam bentuk mimpi, yang hadir selaku pembuka karya fiksi bersampul hijau menyejukkan penglihatan ini. Ada kalanya mimpi bukan bunga tidur, ada pula mimpi yang bukan rekayasa setan lantaran kita lupa membaca doa, tetapi mimpi yang menggema ke nurani sehingga seorang Zahra yang merasa hidupnya monoton dalam perambatan karir belaka terdorong untuk mengikuti petunjuk dari masa lalu.
Mengapa tagline di muka menyebut-nyebut cinta dan persahabatan? Itu pulalah yang dikuak dalam konflik lain A Message of Love. Tiga perempuan yang menjadi karib, diterpa badai kepercayaan dan keraguan meski telah seperti saudara selama bertahun-tahun, karena asmara. Terbetik pesan bahwa seorang akhwat juga manusia, bisa terperangkap cinta sekaligus hasrat menggebu untuk menunaikan keinginannya segera menikah. Kekecewaan yang berkepanjangan digambarkan sangat baik oleh penulis, tanpa jatuh dalam napas sentimentil yang over dosis. Penghujung romansa yang membuat gemas ini dapat ditebak pada titik tertentu.
Elemen personal yang dijumput penulis untuk mempercantik karyanya ini bukan hanya profil kedua kakek, para pendidik yang menerbitkan rasa kagum melimpah, namun juga dialek Malaysia Aziyah, teman kuliah Zahra, yang sangat ‘nyata’ mengingat penulis sempat bermukim di negeri jiran cukup lama.
Faktor lain yang tidak kalah memukau ialah aroma Sunda dalam sebagian latar cerita. Saya tersenyum-senyum kala Zahra, Mutia, dan Dania nyaris pingsan diberondong suguhan makanan serta selalu harus makan setiap kali mampir bertandang [mengingatkan pada masa KKN di Sumedang yang meledakkan lambung]. Terdapat sedikit kemelesetan dalam dialog bahasa Sunda dengan penduduk, namun tidak menjadi soal sebab dewasa ini, warga di daerah pun lebih fasih berbahasa Indonesia dibanding menggunakan bahasa leluhur. Bila selama ini para pelancong hanya menjelajah sekitar Bandung dan tempat berbelanja alias FO, membaca A Message of Love akan membetot rasa ingin tahu akan adanya desa elok bernama Cibulan Wetan di perbatasan Garut-Tasikmalaya.
Penulis menyisipkan adegan menarik ihwal garis batas yang harus dipatuhi seseorang dalam pola asuh ibu dan anak. Zahra merasa iba pada anak kecil yang rewel karena tidak diberi permen, lalu mengulurkan satu kepadanya. Meski tak lupa berterima kasih, sang ibu menjelaskan bahwa perbuatannya bukan tanpa alasan. Kadang anak-anak menggunakan rengekan sebagai senjata, dan ibu tersebut tidak ingin buah hatinya terbiasa memperoleh segala yang diinginkan begitu saja. Terlebih, ia sudah terlalu banyak makan permen. [hal. 220-223].
Yang terang, membaca novel ini membuat saya kian cinta menetap di desa. Sebagaimana petikan berikut,
“Tidak semua tempat di dunia mampu menawarkan kebahagiaan seperti di sini, Zahra,” kata Eyang suatu hari, duduk di dalam saung bambunya di tengah hamparan kuning padi dan kicauan burung. [hal. 26]

sumber : resensibuku.com

Mengintip isi di dalam Ka’bah

Posted: Juli 24, 2010 in Agama
Tag:

Tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah. Bangunan berbentuk bujur sangkar yang menjadi pusat arah bagi umat Muslim yang melakukan shalat itu sebenarnya memiliki ruang yang cukup luas…

Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter) dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka’bah adalah 42,64×29,52 kaki atau sekitar 12,7×8,85 meter. Ruangan di dalam Ka’bah diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.

Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah di tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.

Di dalam Ka’bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun 1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata serta mutiara.

Di dalam Ka’bah tak ada lampu listrik. Sementara tembok dan lantainya terbuat dari marmer. Tak ada satu pun jendela di bagian dalamnya dan hanya terdapat satu pintu untuk keluar-masuk. Langit-langit Ka’bah juga ditutupi selimut kain seperti halnya dinding bagian luarnya.

sumber : blak-blakan.com

Waktu terus berlalu, tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan

masih teringat jelas senyum terakhir yang kau beri untukku…

Ini sebuah kisah tentang kehidupan seorang temanku, sebut saja namanya Elang . Elang ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di kota Surabaya. Dia menyukai seorang gadis, sebut saja Melati. Melati juga seorang karyawan biasa sama seperti Elang, tapi di perusahaan yang berbeda.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kapan dan dimana datangnya cinta tiada orang yang tahu. Begitu juga dengan Elang dan Melati, suatu takdir mempertemukan mereka. Hingga akhirnya Elang jatuh cinta pada Melati. Tidak halnya dengan Melati. Dia belum bisa menerima cinta Elang.

“Maaf, aku belum bisa menerima cintamu. Dalam hatiku belum bisa melupakan bayang-bayang mantanku.” (kayak sinetron aja nih…)

It’s okay. Tapi Ngga’ apa-apa kan kalau aku jadi sahabatmu?”

Melati mengangguk.

Akan tetapi, Elang tidak putus asa dan terus berusaha mendapatkan cinta Melati. Perjuangan Elang tidak sia-sia, meski Melati belum bisa menerima cintanya, Melati tidak berhubungan dengan pria lain meski banyak pria yang berusaha mendekatinya (istilahnya Elang adalah TTM-nya).

Namun takdir berkata lain. Suatu ketika, perusahaan tempat kerja Melati melakukan pengurangan jumlah karyawan. Melati termasuk salah satu korban pengurangan tersebut. Kontrak kerja Melati habis dan tidak diperpanjang lagi. Melati kembali ke desanya tanpa memberi tahu Elang.

Elang akhirnya menyusul ke desa tempat tinggal Melati yang berada berpuluh-puluh kilometer dari kota Surabaya.

Disana Elang dikejutkan kabar bahwa Melati akan berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib di ibu kota. Disana ia akan tinggal dengan tetangganya yang telah lama merantau ke Jakarta. Elang berusaha mencegah niat Melati. Akan tetapi Melati bersikeras dengan keinginannya.

“Tinggallah disini. Meskipun kau belum bisa menerima cintaku, tapi aku akan menunggumu..” sergah Elang.

“Maafkan aku, Elang. Tapi aku harus pergi… Kalau terus disini aku tetap tidak bisa melupakan bayang-bayang mantanku…” (mellow nih ceritanya)

“Kamu tidak harus ke Jakarta, disini juga kita masih bisa mencari uang. Asalkan kita berusaha keras!”

“Tidak, aku harus pergi…! Lupakan saja aku…!” (keras kepala ni orang)

“Aku tidak akan bisa mencintai orang lain lagi selain kamu…”

Dengan lunglai akhirnya Elang kembali ke rumahnya. Ia tidak berhasil mencegah kepergian Melati. Padahal waktu itu ia bermaksud melamar Melati. Dalam hati ia berharap suatu saat bisa menyusul Melati ke Jakarta.

Hidup terus berjalan. Melati pergi ke Jakarta dan Elang sama sekali tak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Elang berulang kali berusaha mencari kabar Melati tapi tak juga berhasil. Elang tetap tinggal di Surabaya. Di sela-sela kesibukannya ia membuat blog dan meskipun ia tetap berada di kotanya, tapi tulisan-tulisannya telah sampai kemana-mana. Bukan hanya Jakarta tapi seluruh dunia membaca tulisannya. Tapi tetap saja, ia tidak berhasil menemukan kabar tentang Melati (padahal ia sudah search di internet).

Sampai saat ini ia belum bisa mencintai orang seperti ia mencintai Melati. Meski banyak gadis yang hilir mudik dalam kehidupannya. Ketika kutanya mengapa ia tidak bisa mencintai gadis lain, ia hanya menjawab, “Aku sudah coba tetapi tidak bisa.”

Well, kayak lagunya Element aja :

Bila aku harus mencintai dan berbagi hati, itu hanya denganmu. Namun bila ku harus tanpamu, akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta…

(fahmee)

Jika sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama seperti Michael Angelo melukis atau Bethoven memainkan musiknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya.Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang berada di syurga dan dunia akan berhenti dan berkata,“Disinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan pekerjaannya dengan baik sekali.”

Sekalian ngetes seberapa bagus mata kamu…

Kalo bisa melihat sampai foto terakhir, berarti mata kamu sehat…